Rabu, 13 Oktober 2010

My second high season

13 October 2010, Wednesday

Bloggie,

Sekarang udah mulai interim lagi loooh..hhhh...
Gw dikasih kerjaan revenue (dengan prosedur yang sama seperti tahun kemarin tapi lebih intens karena gw dianggap udah ngerti sehingga diharapkan bisa nambah kedalaman analisa gw..huuuh..), dan tax (yang masih belum gw pegang-pegang sampe hari ini). Tapi untuk interim ini lumayan santai sih, mungkin karena kerjaan gw ga sebanyak sebelumnya dan waktunya juga lumayan lama.

Oiya, kondisi berat badan gw pasca puasa lumayan oke. Berhasil turunin 3 kilo dengan terapi ala Papa. Tapi sekarang setelah mulai ke klien lagi, udah ga sempet deh mikir-mikirin yang kayak gitu. Gw sih berdoa aja, semoga ga mulai numpuk berat badan lagi. Amin.
Alergi gw masih belum settle juga, masih dibantu obat kalau gw mau hidup normal (walaupun ngantuknya menjadi-jadi). Ditambah akhir-akhir ini kayaknya badan gw lagi ga fit banget deeh. Soalnya dikit-dikit flu. Apa gara-gara diet y? wkwkwkwkwk....
2 Juli 2010, Friday

Bloggie,

Have no idea what's wrong with my body. Gw salah makan apa lagi sih??? Kemarin malam asalnya baik-baik ja waktu lagi enak-enak nonton, terus pas mulai tidur juga masih oke, eeeh, tau-tau pantat gw gatelnya ampun-ampunan, ditambah tangan gw bengkak dan kesemutan. Yang bikin tambah kesel adalah malam tadi gw dapet, dan agak merasakan sakitnya hari pertama dapet. Udah deh, tadi malem pengen nangis aja rasanya. Garuk sana-sini, tidur bolak-balik ga nyaman. Untungnya sih ga lama gw udah bisa tidur lagi. Tapi tetep aja bangunnya sama sekali ga seger. Entah udah berapa lama tidur gw sama sekali ga enak. Berasa udah lama banget ga dapet tidur nyenyak. Hah!

Btw, btw, lusa Dewi, temen SD gw, nikahan.
Hhhhh....bahkan dia pun menemukan pasangan dan menikah. Don't take me wrong and start to give me a long speech about "gimana sih lo, pas ada yang mau lo malah ga mau. sekarang ajah, ngeluh-ngeluh..". Gw sama sekali ga nyesel udah nolak that particular guy. Abis mau gimana lagi, kalo emang ga klik susah banget buat dijalanin. Rasanya kemarin tuh gw ga rellaa banget kalo dia orangnya..> <..
Banyak orang yang akan langsung angkat suara dengan bilang, "susah kallee kalo nyari yang klik mah..it's one in the million. Kan ada yang namanya kompromi." Tapi emangnya dosa besar ya kalo gw memilih untuk menunggu yang one in the million ituh? Mungkin gw ga bakal perah menemukan si the one itu, dan pada akhirnya harus berkompromi juga dan mungkin pada waktu gw memutuskan untuk berkompromi itu yang tersisa buat gw hanya orang-orang yang bahkan lebih tidak memuaskan dari yang ada sekarang. Tapi gw ga akan pernah membuka pintu penyesalan. Karena hidup itu pilihan, dan menunggu orang yang klik sama gw adalah pilihan gw. Sorry, gw ga bisa hidup hanya dengan mendengarkan ocehan orang-orang. Karena pada akhirnya mereka cuma bisa ngoceh.
7 Mei 2010, Jumat

I'm 24 years old this December.
Currently working as an auditor, and earn more than enough to feed my own mouth.
Up to this very second I'm still single, and this is what make my lovely mom going crazy..hehe..

Huff,,pernah ada yang tanya sama gw, "menurut lo, maksimal cewe itu menikah umur berapa ya?". Pertanyaan ini diajukan based on pendapat masyarakat yang masih melihat kalau perawan tua itu sebagai suatu aib, ga peduli deh si perawan meraih pencapaian yang bikin bangga seluruh dunia, kalau dia masih belum dapet suami yang mapan dan menghasilkan keturunan segambreng tetep aja dia bakal dicap gagal. Dan sedihnya, keluarga gw juga adalah penganut paham "menikah di atas 25 itu udah setengah aib".
Owh, gw bukan feminis yang menganggap pernikahan itu adalah suatu belenggu untuk kaum wanita, absolutely not. Gw cuma seorang romantis, yang inginnya sih menikah dengan orang yang gw cintai (walaupun gw rasa bakal banyak orang yang muntah2) dengan sepenuh hati. Gw ga mau menikah hanya karena semua orang sudah menikah dan punya anak. Seumur hidup gw melakukan sesuatu, memutuskan sesuatu hanya untuk bikin seneng orang tua gw (and I'm happy with it), tapi untuk keputusan seumur hidup ini gw ga bisa cuma mendengar desakan2 mereka dan mengiyakan lamaran pertama yang masuk hanya supaya mereka punya mantu dan segera punya cucu. Sorry to say, I'm not that bad until I have to lose my chance to choose.
Mungkin ada yang bilang gw sombong atau terlalu pemilih, tapi emangnya salah? Untuk partner seumur hidup lo, orang yang akan berbagi segalanya dengan lo? I think it's worth to wait and select the best kan ya. Gw ga mau aja gw harus berbagi hidup gw dengan orang yang ga bisa menggerakan hati gw sama sekali, yang ga bisa bikin gw hormat dan sayang sama dia, yang ga bisa bikin gw siap berkorban dan rela menjalani hidup senang dan susah dengan dia. Gw ga mau aja menikah dengan orang yang seumur hidup kami nanti akan selalu gw remehkan dan tidak pernah gw perhitungkan keputusannya.
Jadi, Mamaku sayang, sabar ya..mungkin masih agak lama mama harus menunggu sampai bisa bikin hajatan untuk anak pertamamu ini.hehe.
Tapi dulu pun mama ga kebayang kan anak mama ini bisa jadi sarjana,,jadi anakmu ini pasti jadi pengantin kok,,cuma mungkin ga dalam waktu dekat ini. Karena anakmu ini ga peduli apakah calonnya adalah auditor atau pak hakim atau bahkan anak presiden, selama hatinya belum bisa berdebar kalau melihat orang itu, dia tidak akan bisa menikah dengannya. Jadi, sabar ya ma.
27 April 2010, Selasa

Bloggie,,

In the middle of re-collecting my idea of a 'perfect life-mate' a.k.a. an ideal husband. Current circumtances force me to think and re-think about this thing again and again and again. Mmhh, many criterias appeared on my list, and after eliminating process the list become shorter and consist only:
1. a muslim with profound understanding about Islam
2. a confidence and independence man
3. a reliable one
4. a nice and lovable one
5. love me as his wife and mother of our children
Ituh ajah yang musti ada, titik.

Am I wrong for asking not less than that for my future husband and father of my children? am I wrong if I put that high standard? and am I wrong if I continuously searching for someone better since I found none of them in this one particular man even if he own many others good characters? did I already lose my chance to choose?
Yes, there's one nice guy who currently put an eye on me. I've tried not to count on his little flaws, but seems my heart still hesitate cause he still lack of most important characters. I can't relly on him. He repeatedly said he just want to support me, and indeed he tried so many times to do that, but still I can't find myself trust him. And how do they expect me to have relationship with someone who I can't trust?
Gw selalu berpikir salah satu tanda kalau seseorang itu adalah 'the one' gw pasti akan perjuangkan dia sampai kapan pun. Gw akan siap berkorban dan akan dengan senang hati susah senang dengan dia. dan sampai saat ini masih belum ada orang yang bisa membuat gw 'bergerak', dan membuat gw berpikir untuk membangun keluarga dengan dia. Karena buat gw hubungan antar manusia itu sangat pelik dan rumit dan juga ga bisa dibawa main-main, gw ga akan loncat masuk ke satu hubungan kalau gw ga yakin at least 85% kalau gw bakal mencurahkan perhatian ke dia. Kalau dalam hati gw masih terngiang kalimat, "yah, dicoba aja dulu, nanti kalo ada yang bagusan yah tinggal ambil yang bagusan kan??" gw jelas-jelas ga akan memutuskan untuk berhubungan dengan orang itu. Karena kalau gitu kan ga akan bagus dia dan gw.
Honestly, saat ini gw sedang ada dalam tahap bingung, bingung apakah gw menolak dia karena emang dia ga bisa meluluhkan hati gw, atau karena emang gw yang mati-matian ga rela kalo dia orangnya. I always pray, kalau emang dia orangnya semoga keragu-raguan ini di hilangkan, tapi jika memang bukan dia orangnya gw berharap semoga kami berdua dimudahkan untuk dapat bertemu dengan jodoh kami masing-masing. and since this doubt still there, I wonder...
26 April 2010,Senin
Dear, Bloggie...
Baru sempet meng-update lagih. Cukup banyak kejadian sebenernya dan gw pengen update semuanya hari ini.
For your information, gw sekarang udah jadi sarjana, udah jadi junior auditor, sudah masuk 23, dan udah pindah kosan (lagi) from that-particular-landlady house..huehehe..dan ada beberapa kejadian lagih yang mungkin nanti bakal gw bahas kalau mendadak mood..ehe.
Sekarang udah masuk low season (another first time for me) dan flow of life-nya udah melambat lagi, setelah sejak akhir tahun kemarin ritme kerjanya penuh tekanan dan penuh kesibukan. Sekarang udah mulai magabut lagi, dan udah mulai nyelesein novel yang kemarin-kemarin dikumpulin.
Mhhm,,sedikit review buat peak season perdana gw. Kalau dipikir-pikir sekarang, cukup seru sebenernya, walaupun waktu lagi in the middle of it berasanya cuma desperate tingkat tinggi dan terus menerus kena sindrom "what the hell I'm doing here?". Satu hal yang gw noted adalah gw ga bisa terlalu santai, karena disini yang dipake adalah orang yang pintar (in any mean, at any rate), mulai dari orang yang pintar akuntansi, pajak, dan auditing, orang yang pintar mencari cara untuk kerja sesedikit mungkin tapi dengan hasil yang semaksimal mungkin, orang yang pintar melihat dan mengambil kesempatan, orang yang pintar memanfaatkan orang lain demi keuntungannya sendiri, sampai orang yang pintar melihat sisi positif dari kondisi se-negatif apa pun. Like I said, only smart people can survive here, and I hate trying to be smart cause it so tiring..huff..
Anyway, Jumat minggu kemarin dapet satu ER a.k.a. Engagement Review dan ternyata hasil kerja gw dinilai lumayan. Cukup seneng deh, karena bisa nipu banyak orang..hehe..ga ding, cukup seneng karena hasil kerja gw bisa diterima. But a bit scarry kalo ternyata nantinya malah pada berharap lebih dari yang bisa gw kasih.
Oiya, kerjaan gw bisa lancar karena so far gw dapet klien yang rapi, dan oke punya deh support-nya ke auditor. Semoga next year this luck will still remain.Amin.
Next, hal yang terhindarkan seiring dengan bertambahnya usia gw adalah bertambahnya berat badan gw..heks..
Yes, gw udah ada di batas atas tabel berat badan ideal, dan sedang mulai berusaha untuk ga nabung berat badan lagi, dan kalau beruntung bisa sedikit mengurangi yang udah bertumpuk ini. Udah mulai mencoba olahraga pembakar lemak, minum teh pembakar lemak, tapi masih sering tergoda untuk ga jaga makanan yang masuk ke badan. Still on my way, semoga sih nanti pas mau masuk high season udah bisa terkontrol berat badannya.Amin.
Another thing yang tidak terhindarkan dengan bertambahnya usia gw adalah punya teman-teman yang juga beranjak gede dan mulai membina keluarganya sendiri. Yes, ini tentang jodoh, pernikahan, punya anak, dll, sebelum gw ketuaan dan sebelum orang tua gw keburu malu karena anaknya ga nikah-nikah juga.Hiks.
Yah, satu-satu temen seangkatan gw ngiket dirinya, sedangkan rekor terakhir gw adalah baru saja menolak pernyataan cinta dari seseorang (bukan orang baru kok, the same old person), dan masih dicecar sama mama papa adik tante nenek kakak sepupu dengan pertanyaan "Emang kenapa dengan orang itu?". Well, kalau ditanya apa lebihnya gw bisa dengan lancar nyebutin: dia baek, agamanya juga bagus (walaupun sepertinya dia punya issue dengan orang yang suka menilai orang lain dari agamanya), pinter (walaupun currently still jobless), dan seems have plans for his life. Tapi entah kenapa gw lebih suka ngitungin kelemahannya dia. I know what you'll say, "kalau yang diliat kurangnya sih ya ga bakal ada habisnya". Tapi yah itulah, gw masih aja refleks ngumpulin sampah2nya dia.
Sering sih kepikiran, kenapa gw ga coba aja untuk "nyerah", it will a lot easier, but still I can't since he lack one most important aspect that I looking from "my man",,mmh, bilang ga ya?? haha..ga ah, ntar aja kalo ada yang nanya baru gw bilangin..hehe.. Tapi yang jelas, this aspect should be owned by my future husband, since I planned to make him my Imam in living my future life.
Yah, tapi dia masih usaha, walapun pelan-pelan dan ga tau ujungnya gimana, dia masih tetep coba. Tambah satu poinlah buat usahanya. Hopefully, he will learn to be a true gentleman..hehe..

MMh, mungkin bakal ada yang mikir, "emang ni cewe sebagus itu ya,,minta kok ya macem-macem. Masih untung ada yang mau suka.". But, in case you forget, I'm the very core of narcisist, meaning, gw menilai diri gw amat sangat tinggi sekali..hehe..lebay.. Tapi yang jelas, gw menganggap diri gw pantas mendapatkan, minimal, one with that important aspect titik no compromise. Kalau ada yang mau complain, sok mangga, tapi moal di dengekeun..weee...

A new journey: a new start

29 September 2009,Selasa
Bloggie, dear...
Banyak yang udah berubah akhir-akhir ini.
Gw udah pindah domisili, sekarang jadi orang jakarta instead of Depok. Sekarang gw pindah kosan dari kutek ke bendhil. Punya kosan baru dengan ibu kos yang baru (I have a lot of story about this particular landlady..hehe..keep it for later), temen-temen sekosan baru, juga
kebiasaan baru di kosan.
Oiya, more important than pindah domisili adalah shifting of my status. No, it isn't from single to double, masih belum seberuntung ituh, hehe. Tapi dari mahasiswa ke sarjana ke associate 1 di KAP. Dan sebentar lagi gw bakal berubah dari 22 ke 23, well.

Yah, berubah sering kali bikin gw deg2an, takut, bahkan parno. Gw selalu takut kalau ada indikasi perubahan. But please don't take me wrong. Gw bukannya orang yang menentang perubahan, bukan juga orang sombong yang ngerasa gw ga perlu atau ga bakal berubah. Menurut gw, perubahan itu hal yang natural, senatural ngantuk atau kentut, dan gw selalu yakin hal2 yang natural seperti itu yah ga usah dilawan. Tapi ya itu tadi, gw takut,
setakut kalau gw ketauan kentut di depan muka orang..haha..
Kayak waktu gw harus menghadapi kenyataan bahwa gw harus berubah dari mahasiswa semester 8 yang sedang mengerjakan skripsinya menjadi seorang mahasiswa semester 8 yang harus siap menghadapi sidangnya. Gw sih ngerasa cukup tenang menghadapi perubahan jenis ini, tapi do you know what, rambut sama kuku gw berhenti tumbuh, dan baru mulai tumbuh lagi sekarang-sekarang. Berarti di alam bawah sadar gw stress itu menumpuk dan menyedot nutrisi
rambut dan kuku gw..hah!
Sekarang gw menjalani kehidupan baru gw sebagai staff baru di kantor akuntan publik yang katanya termasuk dalam big four-nya KAP worldwide.Belum ada yang menarik, karena sejak gw masuk (dua bulan lalu) gw belum ngapa2in, masih magabut gituh. Sesuatu yang lebih penting daripada karir gw (baca: jodoh) juga belum menampakan batang hidungnya. Still waiting for the next adventure.