'Hari ini ku gembira, melayang di udara..
pak pos membawa berita dari yang kucinta..."
Aaaah...seandainya aja emang begituh.
Jadi, sebenernya, hari ini gw mulai nelepon2 lagi, nelepon siapa? menelepon calon sumber data penentu kelulusanku tentunya. Setelah beberapa minggu memulihkan diri dari penolakan yang ternyata sedikit mengguncang jiwa, akhirnya gw mengumpulkan keberanian untuk maju lagi.
Dan, yaph, hari ini adalah hari itu, hari dimana gw menelan ludah, menahan nafas, dan menguatkan suara agar tidak bergetar, hari ini adalah hari gw mulai mem-follow up proposal yang gw kirim.
Dari pertama gw udah dihantam gelombang yang hampir aja bikin gw mundur lagi: operatornya ga jawab-jawab, padahal gw belum tau nomor ekstensi yang harus gw hubungin.
Tapi kemudian, gw mengingatkan diri gw, bahwa ini adalah kesempatan terakhir gw, jadi gw ga mundur dan coba nelepon lagi. Yang kedua kali ini juga hampir bikin gw jiper, hampir dering terakhir masih belum ada juga yang angkat. Tapi ketika akhirnya gw berpikir, "oh, well, masih belom pada dateng kali ya orangnya.." , terdengarlah suara harapan itu, "sekuriti, ada yang bisa saya bantu?" ooooh...I love you mister sekuriti..hehe..
Dan hasil dari menelepon hari ini adalah:
gw disuruh nelepon balik besok, karena ternyata berkas gw belum nyampe ke mejanya orang yang ngurusin hal2 ini. Well, yang bikin gw agak tenang adalah, dia menanyakan nama gw, dan terdengar cukup serius mau membantu, hope so. Amin.
Aaaah...seandainya aja emang begituh.
Jadi, sebenernya, hari ini gw mulai nelepon2 lagi, nelepon siapa? menelepon calon sumber data penentu kelulusanku tentunya. Setelah beberapa minggu memulihkan diri dari penolakan yang ternyata sedikit mengguncang jiwa, akhirnya gw mengumpulkan keberanian untuk maju lagi.
Dan, yaph, hari ini adalah hari itu, hari dimana gw menelan ludah, menahan nafas, dan menguatkan suara agar tidak bergetar, hari ini adalah hari gw mulai mem-follow up proposal yang gw kirim.
Dari pertama gw udah dihantam gelombang yang hampir aja bikin gw mundur lagi: operatornya ga jawab-jawab, padahal gw belum tau nomor ekstensi yang harus gw hubungin.
Tapi kemudian, gw mengingatkan diri gw, bahwa ini adalah kesempatan terakhir gw, jadi gw ga mundur dan coba nelepon lagi. Yang kedua kali ini juga hampir bikin gw jiper, hampir dering terakhir masih belum ada juga yang angkat. Tapi ketika akhirnya gw berpikir, "oh, well, masih belom pada dateng kali ya orangnya.." , terdengarlah suara harapan itu, "sekuriti, ada yang bisa saya bantu?" ooooh...I love you mister sekuriti..hehe..
Dan hasil dari menelepon hari ini adalah:
gw disuruh nelepon balik besok, karena ternyata berkas gw belum nyampe ke mejanya orang yang ngurusin hal2 ini. Well, yang bikin gw agak tenang adalah, dia menanyakan nama gw, dan terdengar cukup serius mau membantu, hope so. Amin.